08/10/12


Sejarah Bali

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Sejarah Bali meliputi rentang waktu perkembangan kebudayaan masyarakat Bali. Sejarah Bali juga terkait dengan beberapa mitologi dan cerita rakyat, yang ada kaitannya dengan sejarah sebuah tempat atau peristiwa yang pernah ada di Bali.

Daftar isi

Masa Prasejarah

Zaman prasejarah Bali merupakan awal dari sejarah masyarakat Bali, yang ditandai oleh kehidupan masyarakat pada masa itu yang belum mengenal tulisan. Walaupun pada zaman prasejarah ini belum dikenal tulisan untuk menuliskan riwayat kehidupannya, tetapi berbagai bukti tentang kehidupan pada masyarakat pada masa itu dapat pula menuturkan kembali keadaanya Zaman prasejarah berlangsung dalam kurun waktu yang cukup panjang, maka bukti-bukti yang telah ditemukan hingga sekarang sudah tentu tidak dapat memenuhi segala harapan kita.
Berkat penelitian yang tekun dan terampil dari para ahli asing khususnya bangsa Belanda dan putra-putra Indonesia maka perkembangan masa prasejarah di Bali semakin terang. Perhatian terhadap kekunaan di Bali pertama-tama diberikan oleh seorang naturalis bernama Georg Eberhard Rumpf, pada tahun 1705 yang dimuat dalam bukunya Amboinsche Reteitkamer. Sebagai pionir dalam penelitian kepurbakalaan di Bali adalah W.O.J. Nieuwenkamp yang mengunjungi Bali pada tahun 1906 sebagai seorang pelukis. Dia mengadakan perjalanan menjelajahi Bali. Dan memberikan beberapa catatan antara lain tentang nekara Pejeng, Trunyan, dan Pura Bukit Penulisan. Perhatian terhadap nekara Pejeng ini dilanjutkan oleh K.C Crucq tahun 1932 yang berhasil menemukan tiga bagian cetakan nekara Pejeng di Pura Desa Manuaba, Tegallalang.
Penelitian prasejarah di Bali dilanjutkan oleh Dr. H.A.R. van Heekeren dengan hasil tulisan yang berjudul Sarcopagus on Bali tahun 1954. Pada tahun 1963 ahli prasejarah putra Indonesia Drs. R.P. Soejono melakukan penggalian ini dilaksanakan secara berkelanjutan yaitu tahun 1973, 1974, 1984, 1985. Berdasarkan hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap benda-benda temuan yang berasal dari tepi pantai Teluk Gilimanuk diduga bahwa lokasi Situs Gilimanuk merupakan sebuah perkampungan nelayan dari zaman perundagian di Bali. Di tempat ini sekarang berdiri sebuah museum.
Berdasarkan bukti-bukti yang telah ditemukan hingga sekarang di Bali, kehidupan masyarakat ataupun penduduk Bali pada zaman prasejarah Bali dapat dibagi menjadi :
  1. Masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana
  2. Masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut
  3. Masa bercocok tanam
  4. Masa perundagian

Masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana

Sisa-sisa dari kebudayaan paling awal diketahui dengan penelitian-penelitian yang dilakukan sejak tahun 1960 dengan ditemukan di Sambiran (Buleleng bagian timur), serta di tepi timur dan tenggara Danau Batur (Kintamani) alat-alat batu yang digolongkan kapak genggam, kapak berimbas, serut dan sebagainya. Alat-alat batu yang dijumpai di kedua daerah tersebut kini disimpan di Museum Gedong Arca di Bedulu, Gianyar.
Kehidupan penduduk pada masa ini adalah sederhana sekali, sepenuhnya tergantung pada alam lingkungannya. Mereka hidup mengembara dari satu tempat ketempat lainnya (nomaden). Daerah-daerah yang dipilihnya ialah daerah yang mengandung persediaan makanan dan air yang cukup untuk menjamin kelangsungan hidupnya. Hidup berburu dilakukan oleh kelompok kecil dan hasilnya dibagi bersama. Tugas berburu dilakukan oleh kaum laki-laki, karena pekerjaan ini memerlukan tenaga yang cukup besar untuk menghadapi segala bahaya yang mungkin terjadi. Perempuan hanya bertugas untuk menyelesaikan pekerjaan yang ringan misalnya mengumpulkan makanan dari alam sekitarnya. Hingga saat ini belum ditemukan bukti-bukti apakah manusia pada masa itu telah mengenal bahasa sebagai alat bertutur satu sama lainnya.
Walaupun bukti-bukti yang terdapat di Bali kurang lengkap, tetapi bukti-bukti yang ditemukan di Pacitan (Jawa Timur) dapatlah kiranya dijadikan pedoman. Para ahli memperkirakan bahwa alat-alat batu dari Pacitan yang sezaman dan mempunyai banyak persamaan dengan alat-alat batu dari Sembiran, dihasilkan oleh jenis manusia. Pithecanthropus erectus atau keturunannya. Kalau demikian mungkin juga alat-alat baru dari Sambiran dihasilkan oleh manusia jenis Pithecanthropus atau keturunannya.

Masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat lanjut

Pada masa ini corak hidup yang berasal dari masa sebelumnya masih berpengaruh. Hidup berburu dan mengumpulkan makanan yang terdapat dialam sekitar dilanjutkan terbukti dari bentuk alatnya yang dibuat dari batu, tulang dan kulit kerang. Bukti-bukti mengenai kehidupan manusia pada masa mesolithik berhasil ditemukan pada tahun 1961 di Gua Selonding, Pecatu (Badung). Gua ini terletak di pegunungan gamping di Semenanjung Benoa. Di daerah ini terdapat goa yang lebih besar ialah Gua Karang Boma, tetapi goa ini tidak memberikan suatu bukti tentang kehidupan yang pernah berlangsung disana. Dalam penggalian Gua Selonding ditemukan alat-alat terdiri dari alat serpih dan serut dari batu dan sejumlah alat-alat dari tulang. Di antara alat-alat tulang terdapat beberapa lencipan muduk yaitu sebuah alat sepanjang 5 cm yang kedua ujungnya diruncingkan.
Alat-alat semacam ini ditemukan pula di sejumlah gua Sulawesi Selatan pada tingkat perkembangan kebudayaan Toala dan terkenal pula di Australia Timur. Di luar Bali ditemukan lukisan dinding-dinding gua, yang menggambarkan kehidupan sosial ekonomi dan kepercayaan masyarakat pada waktu itu. Lukisan-lukisan di dinding goa atau di dinding-dinding karang itu antara lain yang berupa cap-cap tangan, babi rusa, burung, manusia, perahu, lambang matahari, lukisan mata dan sebagainya. Beberapa lukisan lainnya ternyata lebih berkembang pada tradisi yang lebih kemudian dan artinya menjadi lebih terang juga di antaranya adalah lukisan kadal seperti yang terdapat di Pulau Seram dan Papua, mungkin mengandung arti kekuatan magis yang dianggap sebagai penjelmaan roh nenek moyang atau kepala suku.

Masa bercocok tanam

Masa bercocok tanam lahir melalui proses yang panjang dan tak mungkin dipisahkan dari usaha manusia prasejarah dalam memenuhi kebutuhan hidupnya pada masa-masa sebelumnya. Masa neolithik amat penting dalam sejarah perkembangan masyarakat dan peradaban, karena pada masa ini beberapa penemuan baru berupa penguasaan sumber-sumber alam bertambah cepat. Penghidupan mengumpulkan makanan (food gathering) berubah menjadi menghasilkan makanan (food producing). Perubahan ini sesungguhnya sangat besar artinya mengingat akibatnya yang sangat mendalam serta meluas kedalam perekonomian dan kebudayaan.
Sisa-sisa kehidupan dari masa bercocok tanam di Bali antara lain berupa kapak batu persegi dalam berbagai ukuran, belincung dan panarah batang pohon. Dari teori Kern dan teori Von Heine-Geldern diketahui bahwa nenek moyang bangsa Austronesia, yang mulai datang di kepulauan kita kira-kira 2000 tahun S.M ialah pada zaman neolithik. Kebudayaan ini mempunyai dua cabang ialah cabang kapak persegi yang penyebarannya dari dataran Asia melalui jalan barat dan peninggalannya terutama terdapat di bagian barat Indonesia dan kapak lonjong yang penyebarannya melalui jalan timur dan peninggalan-peninggalannya merata dibagian timur negara kita. Pendukung kebudayaan neolithik (kapak persegi) adalah bangsa Austronesia dan gelombang perpindahan pertama tadi disusul dengan perpindahan pada gelombang kedua yang terjadi pada masa perunggu kira-kira 500 S.M. Perpindahan bangsa Austronesia ke Asia Tenggara khususnya dengan memakai jenis perahu cadik yang terkenal pada masa ini. Pada masa ini diduga telah tumbuh perdagangan dengan jalan tukar menukar barang (barter) yang diperlukan. Dalam hal ini sebagai alat berhubungan diperlukan adanya bahasa. Para ahli berpendapat bahwa bahasa Indonesia pada masa ini adalah Melayu Polinesia atau dikenal dengan sebagai bahasa Austronesia.

Masa perundagian


Gong, yang ditemukan pula di berbagai tempat di Nusantara, merupakan alat musik yang diperkirakan berakar dari masa perundagian.
Dalam masa neolithik manusia bertempat tinggal tetap dalam kelompok-kelompok serta mengatur kehidupannya menurut kebutuhan yang dipusatkan kepada menghasilkan bahan makanan sendiri (pertanian dan peternakan). Dalam masa bertempat tinggal tetap ini, manusia berdaya upaya meningkatkan kegiatan-kegiatannya guna mencapai hasil yang sebesar-besarnya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Pada zaman ini jenis manusia yang mendiami Indonesia dapat diketahui dari berbagai penemuan sisa-sisa rangka dari berbagai tempat, yang terpenting di antaranya adalah temuan-temuan dari Anyer Lor (Banten), Puger (Jawa Timur), Gilimanuk (Bali) dan Melolo (Sumbawa). Dari temuan kerangka yang banyak jumlahnya menunjukkan ciri-ciri manusia. Sedangkan penemuan di Gilimanuk dengan jumlah kerangka yang ditemukan 100 buah menunjukkan ciri Mongoloid yang kuat seperti terlihat pada gigi dan muka. Pada rangka manusia Gilimanuk terlihat penyakit gigi dan encok yang banyak menyerang manusia ketika itu.
Berdasarkan bukti-bukti yang telah ditemukan dapat diketahui bahwa dalam masyarakat Bali pada masa perundagian telah berkembang tradisi penguburan dengan cara-cara tertentu. Adapun cara penguburan yang pertama ialah dengan mempergunakan peti mayat atau sarkofagus yang dibuat dari batu padas yang lunak atau yang keras. Cara penguburannya ialah dengan mempergunakan tempayan yang dibuat dari tanah liat seperti ditemukan di tepi pantai Gilimanuk (Jembrana). Benda-benda temuan ditempat ini ternyata cukup menarik perhatian di antaranya terdapat hampir 100 buah kerangka manusia dewasa dan anak-anak, dalam keadaan lengkap dan tidak lengkap. Tradisi penguburan dengan tempayan ditemukan juga di Anyar (Banten), Sabbang (Sulawesi Selatan), Selayar, Rote dan Melolo (Sumba). Di luar Indonesia tradisi ini berkembang di Filipina, Thailand, Jepang dan Korea.
Kebudayaan megalithik ialah kebudayaan yang terutama menghasilkan bangunan-bangunan dari batu-batu besar. Batu-batu ini mempunyai biasanya tidak dikerjakan secara halus, hanya diratakan secara kasar saja untuk mendapat bentuk yang diperlukan. di daerah Bali tradisi megalithik masih tampak hidup dan berfungsi di dalam kehidupan masyarakat dewasa ini. Adapun temuan yang penting ialah berupa batu berdiri (menhir) yang terdapat di Pura Ratu Gede Pancering Jagat di Trunyan. Di pura in terdapat sebuah arca yang disebut arca Da Tonta yang memiliki ciri-ciri yang berasal dari masa tradisi megalithik. Arca ini tingginya hampir 4 meter. Temuan lainnya ialah di Sembiran (Buleleng), yang terkenal sebagai desa Bali kuna, disamping desa-desa Trunyan dan Tenganan. Tradisi megalithik di desa Sembiran dapat dilihat pada pura-pura yang dipuja penduduk setempat hingga dewasa ini. dari 20 buah pura ternyata 17 buah pura menunjukkan bentuk-bentuk megalithik dan pada umumnya dibuat sederhana sekali. Di antaranya ada berbentuk teras berundak, batu berdiri dalam palinggih dan ada pula yang hanya merupakan susunan batu kali.
Temuan lainnya yang penting juga ialah berupa bangunan-bangunan megalithik yang terdapat di Gelgel (Klungkung).Temuan yang penting di desa Gelgel ialah sebuah arca menhir yaitu terdapat di Pura Panataran Jro Agung. Arca menhir ini dibuat dari batu dengan penonjolan kelamin wanita yang mengandung nilai-nilai keagamaan yang penting yaitu sebagai lambang kesuburan yang dapat memberi kehidupan kepada masyarakat.

PTK 
OLEH 
WAYAN SUDARMAYASA,SPd


BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang

Perkembangan proses pembelajaran pada SD No. 2 Umejero yang menekankan  pada suatu proses perubahan prilaku, pembentukan karakter individu, pengembangan wawasan, dan penambahan pengetahuan yang  harus dialami oleh peserta didik, perlu kiranya dikaji kembali supaya betul-betul menjadi proses pembelajaran, dengan pencapaian hasil belajar yang sesuai dengan KKM  yaitu 60,00 dan ketuntasan belajar minimal 75%.
1
Berdasarkan hasil refleksi dalam  pembelajaran IPA semester 1 tahun pelajaran 2010/2011, pada  siswa kelas VI SD No.2 Umejero terdapat beberapa permasalahan yang berhasil teridentifikasi adalah sebagai berikut. Pertama, dalam setiap pembelajaran guru tidak pernah menjelaskan tujuan dari pembelajaran dan betapa pentingnya pelajaran yang ingin dicapai setelah selesai pembelajaran. Kedua, pendekatan yang digunakan oleh guru, selama ini masih menggunakan metode konvensional. Ketiga, pembelajaran yang terlaksana hanya sebatas teori  tanpa menuntut penerapan. Keempat, kurangnya penerapan teori belajar sosial, khususnya tentang pemodelan (modelling). Kelima,  Kemampuan seorang guru dalam menerapkan strategi pembelajaran,memilih metode yang efektif, dan menyenangkan bagi peserta  didik, tergolong rendah dan kurang variatif. Keenam, adanya keterbatasan kemampuan guru dalam penggunaan media, dan pemilihan model pembelajaran yang tepat. Ketujuh, ketersediaan media pembelajaran sangatlah minim.  Kedelapan, sistem penilaian yang dilakukan oleh guru hanya  terbatas dalam hal mengukur sejauh mana siswa membangun pengetahuanya yang diceramahi oleh guru sebelumnya. Sehingga penilain hasil belajar terhadap siswa tidak kompleks. Sebagai tindakan terhadap permasalahan tersebut, seorang guru dituntut selalu berupaya untuk meningkatkan kemampuannya dalam menerapkan strategi, memilih metode,danmemanfaatkan media pembelajaran secara efektif dalam pelaksanaan proses pembelajaran.
Permasalahan tentang peningkatan hasil belajar IPA pada siswa kelas VI   SD No.2 Umejero, diselesaikan melalui penelitian tindakan kelas. Penelitian ini akan mengupayakan suatu strategi pembelajaran yang berhubungan dengan nilai terapan sebagai wujud nyata hasil suatu pembelajaran. Melaksanakan proses pembelajaran IPA pada SD No.2 Umejero dengan penerapan pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) bermedia animasi melalui komputer akan lebih banyak menuntut siswa untuk dapat mengeksplorasi pengalamannya dan kemudian   mengimplikasikannya dengan teori yang dipelajari. Sehubungan dengan hal tersebut, sebagai hasil akhir dari proses penelitian ini, siswa diharapkan sudah memiliki kemampuan untuk menerapkan pengetahuannya di lingkungan keluarga, dan masyarakat berdasarkan teori dan pengalaman yang sudah terintegrasi  dalam dirinya. Untuk pengetahuan yang baru bagi siswa, guru berupaya memberikan argumentasi dengan media elektronik seperti media interaktif berbantuan komputer yang menarik dan mudah dipahami oleh siswa.

07/10/12


Buku kuno "Bali" oleh Nikola Drakulic, buku klasik yang menggambarkan kehidupan di Bali pada jaman doeloe dalam foto2 ukuran besar (SUDAH TERJUAL)






Buku kuno "Bali" oleh Nikola Drakulic, dengan 64 gambar foto ukuran besar / satu halaman yang menggambarkan kehidupan di Bali pada jaman doeloe.
Nikola Drakulic adalah Cinematographer terkenal, yang pada th.1950an membuat film tentang Bali berjudul "Bali, Island of Gods".
Disamping membuat film, ia juga membuat foto-foto Bali pada masa itu dalam jumlah besar. Foto-foto indah yang terdapat didalam buku ini, berisi tentang keindahan dan keanehan dari Bali, pulau yang memiliki banyak Kuil / Pura dan Istana, dalam cahaya matahari Tropis,
dengan musik dan tarian-tarian, juga Dewa-dewa dan Demons (Iblis / Setan).

03/10/12

PELANGI BALI DALAM SEKILAS BUDAYA BALI


SEJARAH
Bali berasal dari kata “Bal” dalam bahasa Sansekerta berarti "Kekuatan", dan "Bali" berarti "Pengorbanan" yang berarti supaya kita tidak melupakan kekuatan kita. Supaya kita selalu siap untuk berkorban. Bali mempunyai 2 pahlawan nasional yang sangat berperan dalam mempertahankan daerahnya yaitu I Gusti Ngurah Rai dan I Gusti Ketut Jelantik.

DESKRIPSI LOKASI
Pulau Bali adalah bagian dari Kepulauan Sunda Kecil yang beribu kota Denpasar. Tempat-tempat penting lainnya adalah Ubud sebagai pusat seni terletak di Kabupaten Gianyar, sedangkan Kuta, Sanur, Seminyak, dan Nusa Dua adalah beberapa tempat yang menjadi tempat tujuan pariwisata, baik wisata pantai maupun tempat peristirahatan. Suku bangsa Bali dibagi menjadi 2 yaitu: Bali Aga (penduduk asli Bali biasa tinggal di daerah trunyan), dan Bali Mojopahit (Bali Hindu / keturunan Bali Mojopahit).

UNSUR – UNSUR BUDAYA

A. BAHASA
Bali sebagian besar menggunakan bahasa Bali dan bahasa Indonesia, sebagian besar masyarakat Bali adalah bilingual atau bahkan trilingual. Bahasa Inggris adalah bahasa ketiga dan bahasa asing utama bagi masyarakat Bali yang dipengaruhi oleh kebutuhan industri pariwisata. Bahasa Bali di bagi menjadi 2 yaitu, bahasa Aga yaitu bahasa Bali yang pengucapannya lebih kasar, dan bahasa Bali Mojopahit.yaitu bahasa yang pengucapannya lebih halus.


NISN | Cara Mencari Nomor Induk Siswa Nasional

Click Here
Buat yang kesulitan buat mencari NISN atau Nomor induk Siswa Nasional berikut ini saya berikan cara mencari NISN, dimana untuk mencari data NISN siswa ini kita cukup mengetahui nama dan tanggal lahir siswa untuk selengkapnya bagaimana cara mencari NISN silahkan mengikuti langkah langkah berikut ini :
  • Buka situs http://nisn.data.kemdiknas.go.id/Siswa/Data kemudian ada 2 tab ada yang mencari lewat NISN atau tab ke dua dengan memasukan berdasarkan Nama, untuk yang belum mengetahui nomor NISN silahkan pih tab pencarian berdasarkan nama
  • kita tinggal memasukan nama siswa, tempat tanggal lahir dan tanggal lahir kemudian klik cari
  • setelah itu hasilnya akan keluar nama dan nomor NISN anda sekalian,
dulu saya sempat menbaca untuk mencari NISN ini kita harus membuka situs http://nisn.dapodik.org/ akan tetapi menurut pengamatan saya saat ini situs resmi untuk mencari Nomor induk siswa nasional ini beralamat di http://nisn.data.kemdiknas.go.id/Siswa/Data semoga anda semua terbantu bagi yang akan mencari NISN kalian masing-masing

CONTOH SOAL CPNS, GAMES, MP3, HARGA HANDPHONE CARI DISINI


NISN | Cara Mencari Nomor Induk Siswa Nasional Reviewed by Sugeng Setyawan on 2012/05/08 Rating: 4.5

02/10/12

PENGUMUMAN


PENETAPAN KELULUSAN PESERTA UJIAN LANGSUNG PENDIDIKAN DAN LATIHAN PROFESI GURU (PLPG) KEMENDIKBUD KUOTA TAHUN 2012 ...
www.undiksha.ac.id/?... Penetapan%20Kelulusan%20Peserta%20Ujian%20Langsung%20Pen...
pengumuman peserta plpg 2012. Tahap I: 13 s.d. 23 Mei 2012,. Tahap II: 24 Mei s.d. 2 Juni 2012,. Tahap III: 4 s.d. 13 Juni 2012,. Tahap IV: 1 s.d. 10 Juli 2012, ...
www.undiksha.ac.id/index.php?c=Berita&md=mn...4...
Penetapan Kelulusan PLPG Tahun 2012 Rayon 121 Universitas Pendidikan Ganesha. Penetapan Kelulusan PLPG Tahun 2012 Rayon 121 Universitas ...
www.undiksha.ac.id/ppg/?... Penetapan%20Kelulusan%20Plpg%20Tahun%202012%20Rayon%2...
Format File: PDF/Adobe Acrobat
56/UN48/S.G/ 2012. Singaraja, 13 Agustus 2012. Lampiran. : Satu Gabung. Prihal. : Pengumuman Hasil PLPG. Kepada Yth, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda ...
www.undiksha.ac.id/media/716.pdf
panduan penggunaan e-jurnal undiksha. * pendaftaran beasiswa bidikmisi undiksha dari apbn-p tahun 2012 untuk mahasiswa baru tahun akademik 2012/ 2013 ...
undiksha.ac.id/?...Perubahan%20Rombel%20Peserta%20Plpg%202012...
PENGUMUMAN PEMBAGIAN KKELAS UJIAN ULANG I PLPG 2012. SILAKAN LIHAT DI FILE TERLAMPIR [ Download File ] ...
www.undiksha.ac.id/?... Pengumuman%20Pembagian%20Kkelas%20Ujian%20Ulang%20I%2...
01/10/2012 22:07 | Telp. 0362 22570 ... Perubahan Rombel Peserta PLPG 2012 ... pengumuman penundaan tes kompetensi bidang cpns undiksha tahun 2012 ...
www.undiksha.ac.id/index.php?c=Berita&md=mn...4...
PENGUMUMAN KELULUSAN UJIAN LANSUNG PLPG RAYON 21 KUOTA 2010 ... pengumuman penundaan tes kompetensi bidang cpns undiksha tahun 2012 ...
www.undiksha.ac.id/index.php?c=Berita&md=mn...4...
PENGUMUMAN UJIAN ULANG II PLPG KUOTA TAHUN 2012 DITUNDA SAMPAI WAKTU YANG DITENTUKAN KEMUDIAN.
www.undiksha.ac.id/?... Pengumuman%20Ujian%20Ulang%20Ii%20Plpg%20Kuota%20Tahu...
Pengumuman hasil verifikasi berkas dan pemanggilan peserta PLPG Kuota ... pengumuman penundaan tes kompetensi bidang cpns undiksha tahun 2012 ...
www.undiksha.ac.id/index.php?c=Berita&md=mn...4...

corak-pendidikan-impian-masa depan
Info pendidikan  Sepertinya sumberdaya manusia ( human resource ) Indonesia masih jauh tertinggal jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti; Singapura, Malaysia, Thailand dan Pilipina. Hm, pernyataan ini bukan lontaran kata klise semata. Ada alasan yang mendukung kenyataan ini, paling tidak  didasarkan atas Indek Pembangunan Manusia (IPM) pada tahun 2011. Seperti diketahui, berdasarkan penelitian UNDP ( 2011), Indonesia berada di urutan ke 124 dari 187 negara di dunia yang diteliti. Sementara itu Singapura diurutan (26), Malaysia (61), Thailand (103) dan Pilipina (112). Penelitian badan dunia UNDP tersebut didasarkan atas kriteria pendidikan, kesehatan dan pendapatan.

Suatu kondisi yang menjadi tantangan bagi sumberdaya manusia Indonesia adalah jumlah penduduk yang besar (241 juta  jiwa) atau  urutan ke 4 di dunia pada rahun 2011. Namun penyebaran penduduk tidak merata dan mayoritas terkonsentrasi di pulau Jawa (58 %). Yang mengejutkan adalah  usia produktif yang tinggi (70%) namun kualitas produktivitasnya relatif rendah. Dalam sektor pendidikan apalagi, pemerataan pelayanan pendidikan belum terpenuhi akibat keterbatasan yang dimiliki negeri ini.

Sumberdaya manusia berkaitan erat dengan pendidikan. Pendidikan sebagai salah satu kriteria dalam penentuan indek pembangunan manusia, pantas menjadi pusat perhatian kita. Pendidikan di negeri ini secara global belum sesuai impian kita. Di tingkat lembaga pendidikan sekolah, misalnya,  masih mengedepankan persoalan hasil belajar. Pendidikan  belum berorientasi kepada bagaimana proses belajar yang dijalankan. Indikasinya adalah kecenderungan menjadikan nilai evaluasi murni (NEM)  menjadi primadona. Padahal NEM hanyalah salah satu tolok ukur kualitas pendidikan dan belum mencerminkan kualitas pendidikan secara komprehensif.  Maka pantaslah, anak yang dianggap berkemampuan tinggi karena NEM-nya tinggi tidak sanggup berbuat apa-apa ketika terjun ke tengah masyarakat. Mereka pintar di otak namun masih lemah dalam keterampilan dan keahlian dalam hidup (lifes-klill)

Lalu pendidikan yang bagaimana yang kita impikan di masa depan? Pendidikan impian masa depan adalah pendidikan yang mengutamakan proses pembelajaran. Proses yangt berkualitas akan mengantarkan pendidikan kepada hasil yang berkualitas. Guru yang bertanggung jawab penuh terhadap pelaksanaan pembelajaran ini diharapkan tidak hanya sibuk memikirkan dan mengurus kenaikan pangkat, mengurus administrasi pencairan tunjangan sertifikasi. Sebaliknya, guru yang diimpikan adalah guru yang banyak menyediakan waktunya untuk memikirkan peserta didik dan proses pembelajaran di kelas. Guru profesional yang diimpikan tidak hanya guru yang pintar mendisain perangkat pembelajaran namun berkompeten melaksanakan disainnya tersebut di ruang kelas. Disain pembelajaran yang telah dibuat guru merupakan pertanggung jawaban ilmiah dari lencana profesional yang disandangnya. Tidak lucu kalau guru profesional  kelabakan dalam melaksanakan hasil disain pembelajarannya tersebut di ruang kelas.

Kepala sekolah  impian masa depan  adalah seorang figur pimpinan memiliki simpati dan empati yang tinggi dalam melaksanakan tugasnya. Pimpinan yang menguasai persoalan pendidikan yang sedang dihadapi,  tauladan bagi guru, bukan kepala sekolah yang  banyak duduk di ruang kepala sekolah, atau sering mondar-mandir meninggalkan sekolah dengan alasan urusan dinas luar. Atau hanya latah mengucapkan; kata bapak kepala dinas, kata bapak bupati/walikota, untuk menakut-nakuti guru.

Peserta didik impian masa depan adalah perseta didik yang memiliki pengetahuan, keterampilan dan berkepribadian yang baik. Bukan peserta didik yang suka tawuran, suka menyusahkan orang tua dan masyarakat sekitarnya. Sebaliknya suka berdiskusi, menyenangkan orang tua dan lingkungan sekitarnya. Sebab, sepuluh atau duapuluh tahun berikutnya mereka ini akan menjadi pemimpin yang menggantikan pimpinan yang sekarang ini.

Pendidikan impian masa depan adalah pendidikan yang independen, terlepas dari kepentingan politik sesaat. Pendidikan tidak dijadikan sebagai jargon politik melainkan dijadikan sebagai sugestif dan semangat untuk memajukan pendidikan di negeri tercinta ini.

Pendidikan impian masa depan adalah pendidikan yang dilengkapi dengan sarana dan prasarana belajar yang memadai. Proses belajar sulit terlaksana dengan baik tanpa ditunjang sarana dan prasarana belajar yang memadai. Tidak terdengar lagi jawaban, dana kurang mencukupi, anggaran belum ada, dan segala macam alasan lainnya.

Memang, mewujudkan impian-impian pendidikan masa depan tersebut tidaklah semudah membalik telapak tangan. Tidaklah cukup dalam waktu yang singkat melainkian butuh proses, begitu kata orang bijak. Allahuiallambissowaab…*

Yayasan Panti Asuhan Kristen Dorkas